Vonis Syeikh Al-Hallaj Sekedar Cerita

0
1214

PARA penguasa pengetahuan keagamaan eksoterik, literal, konservatif dan ortodoks dari segala aliran, para fiqh, ahli hadits, dan para teolog, meradang dan marah luar biasa. Demonstrasi besar-besaran berlangsung di mana-mana, di seluruh negeri. Puluhan otoritas agama eksoterik itu menghimpun tandatangan dan berebut membubuhkannya, menuntut kematian al-Hallaj. Umpatan publik menggema di langit-langit cakrawala, memekakkan telinga. Mereka mengeluarkan fatwa, “Bunuh dia, darahnya halal ditumpahkan.” Al-Hallaj, keluarga dan para pengikutnya ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Peradilan terhadapnya kemudian digelar. Para jaksa menuduhnya dengan “telah melakukan kejahatan berlapis”. Secara politik, dia dianggap agen gerakan Qaramitah, salah satu sekte Syi’ah Ismaili, sayap garis keras dan brutal. Gerakan Politik di bawah pimpinan Hamdan al-Qarmathi ini telah lama menentang kekuasaan Dinasti Abbasiah dan berusaha menggulingkannya. Mereka acap melakukan pemberontakan di mana-mana. Secara agama al Hallaj dituduh tukang sihir dan zindiq (Atheis). Pembelaan yang cerdas dan jujur tak mampu melawan tekanan masa emosional dan represi politik pencitraan. Pengadilan akhirnya menjatuhkan vonis: Husain Manshur al-Hallaj dihukum mati. Tok. Tok..Tok. Kekuasaan politik mendukung putusan ini. Khalifah al-Muqtadir Billah menandatangi vonis itu. Al-Hallaj tak gentar dengan putusan ini. Dia sudah mengetahui dan sudah lama menginginkan kematian seperti ini. Meski gurunya Syaikh al-Junaid memberi nasehat, dia tak surut, tak mundur setapakpun. Dia kokoh. Dia dengan lugas mengatakan:

وان قتلت او صلبت او قطعت يداى ورجلاى لما رجعت عن دعواى

Biar pun aku dibunuh atau disalib atau dua tangan dan kakiku dipenggal, aku tak surut untuk mendakwahkan kebenaranku.