Setiap khutbah Jum’at, seorang khatib wajib menyampaikan pesan taqwa. Pada umumnya ia mengatakan : “wahai manusia, bertaqwa lah kalian kepada Tuhanmu dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan sebagai muslim”.
Dan :

وتزودوا فإن خير الزاد التقوى

“Bawalah bekal. Maka bekal yang terbaik adalah taqwa”.

Lalu apakah Taqwa itu? Ada banyak jawaban. Pada umumnya ia dimaknai: menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya”.

Ada yang menjawab : “Jami’ Kill Khair”, segala yang baik-baik.

Ada yang bertanya : “apa saja yang baik itu yang harus diikuti dan apa saja yang harus dihindari?.

Kebaikan atau keburukan tentu saja banyak dan bermacam-macam. Beberapa di antaranya sebagaimana disebutkan Allah dalam Al-Qur’an, melalui ayat ini :

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan segeralah kamu meminta ampunan Tuhanmu dan surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Mereka adalah orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan emosi marahnya dan memaafkan (kesalahan) orang (yang menzaliminya). Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan”.(Q. S. Ali Imran 133-134).

Betapa indahnya ayat Al-Qur’an ini.

20.04.18