Manusia dalam pandangan Islam adalah makhluk (ciptaan) Tuhan yang mulia dan terhormat. Tuhan menegaskan hal ini dalam firman-Nya :

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang hal-hal yang baik dan Kami sangat mengunggulkan mereka atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (Q.S. al-Isra, 17:70).

Tuhan menyebut “Bani Adam” yang berarti manusia, tanpa menyebut identitas apapun. Jadi itu berarti siapapun dia, dari manapun dia, agama apapun dia, suku apapun, berbahasa apapun dan berjenis kelamin apapun. Selama dia disebut manusia, maka dia adalah terhormat. Aristoteles, mendefinisikan manusia sebagai binatang yang berpikir. Berpikir adalah ciri khas manusia, yang membedakannya dari ciptaan Tuhan yang lain.

Baca juga: Ibadah Personal Meniscayakan Tanggungjawab Sosial-Kemanusiaan

Atas dasar ini, maka tidaklah patut bagi siapapun untuk merendahkan, menghina dan mengutuk manusia dengan identitas kultural dan keyakinan atau agama apapun. Penghukuman terhadap manusia hanya bisa dilakukan karena tindakannya, bukan karena manusianya.

Menghormati Jenazah

Kita diperintahkan menghormati manusia bukan hanya saat masih hidup, tetapi juga saat ia mati. Imam al-Muslim dalam kumpulan hadits sahihnya menyebutkan :

.عن جابر بن عبد الله قال : مرت جنازة فقام لها رسول الله صلى الله عليه وسلم وقمنا معه فقلنا : يارسول الله انهايهودية
فقال إن الموت فزع . فاذا رايتم الجنازة فقوموا “. رواه مسلم

“Dari Jabir bin Abd Allah. Ia mengatakan : “Suatu hari kami melihat keranda jenazah lewat. Nabi kemudian berdiri. Kami pun ikut berdiri bersamanya. Lalu kami mengatakan : “Wahai nabi, itu jenazah orang Yahudi”. Beliau mengatakan : “Kematian itu membuat kesedihan yang mendalam. Bila kalian melihat jenazah, berdirilah. (H.R. Muslim, Sahih: 2181).

حدثنا آدم ، حدثنا شعبة ، حدثنا عمرو بن مرة قال : سمعت عبد الرحمن بن أبي ليلى قال: كان سهل بن حنيف وقيس بن سعد قاعدين بالقاديسية فمروا عليهما بجنازة فقاما. فقيل لهما انها من أهل الأرض اى من أهل الذمة. فقالت : أن النبي صلى الله عليه وسلم مرت به جنازة فقام فقيل له : انها جنازة يهودي . فقال : أليست نفسا؟. رواه البخاري

“Di Qadisiah, usai menempuh perjalanan jauh, Sahl bin Hanif dan Qais bin Sa’ad duduk untuk beristirahat. Tiba-tiba ada sekelompok orang memikul keranda (jenazah). Keduanya berdiri. Orang lain yang melihatnya memberitahu keduanya bahwa jenazah tersebut adalah orang kafir yang dilindungi, yaitu Yahudi. Lalu mereka mengatakan : “kami pernah bersama Nabi, lalu ada jenazah orang Yahudi lewat, Nabi berdiri. Kami katakan : “Nabi, itu kan jenazah orang Yahudi ?”. Nabi mengatakan :

أليست نفسا؟”

“Bukankah ia adalah jiwa (manusia?.” . (Hadits Sahih al-Bukhari).

How you feel for this post?
Share your vote!
0
0
0
0
0
0
0
0
0