الخطبة الاولى 
الحمد لله الذى ليس لفضله حَدٌ ولا لنعمائه عد . سبقت رحمته غضبه. ووسعت مغفرته خلقه . ربنا وسعت كل شيئ رحمة وعلما. فاغفر للذين تابوا واتبَعُوا سبيلَك وقِهِمْ عذابَ الجَحِيم. وأشهد ان لا إله إلا الله ذو الجلال والاكرام والطول والانعام. واشهد ان محمدا رسول الله أَولى بالمؤمنين من أنفسهم وابر بهم من الوالد والولد. لقد جآءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رؤوف رحيم. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وأله وأصحابه والتابعين ومن تبعهم بإحسان الى يوم الدين. أما بعد

Kaum muslimin Rahimakumullah

Sudah lama kita melihat, membaca atau mendengar kabar masih banyaknya kekerasan yang terjadi di negeri ini. Ada kekerasan terhadap orang karena berbeda keyakinan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, kekerasan antar kelompok social, dan sebagainya. Fenomena ini memperlihatkan kepada kita bahwa hubungan persaudaraan dan jalinan kasih sayang di antara sesama manusia seakan-akan hilang atau semakin menipis atau sedang terganggu. Keadaan ini sungguh bertolak belakang dari citra bangsa ini sebagai bangsa yang religeous dan bangsa besar yang beragama. 

Hadirin yang berbahagia

Islam sesungguhnya adalah agama Kasih Sayang. Setiap hari umat Islam diperintahkan membaca “Bismillahirrahmaninirrahim”, baik ketika melaksanakan shalat maupun ketika akan melakukan pekerjaan-pekerjaaan yang baik. Setiap surah dalam al-Qur’an juga diawali dengan kalimat ini. Kata-kata ini berarti : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang”. Dan, ketahuilah bahwa Kasih sayang Allah meliputi segala hal. Allah berfirman : Wa Rahmati Wasi’at Kulla Syai”. Rasulullah saw sebagai panutan adalah pribadi paling pengasih dan paling penyayang. Sikap dan tingkah lakunya dalam bergaul dengan orang lain diliputi oleh dua sifat ini. Keberhasilannya menjadi pemimpin terbesar sepanjang sejarah manusia dan paling sukses adalah karena sifatnya yang lembut, pemaaf dan penuh kasih sayang kepada semua orang. Allah berfirman :

فبما رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظا غليظ القلب لانفضوا من حولك فاعف عنهم .واستغفر لهم وشاورهم فى الامر

“Disebabkan oleh Kasih Sayang Allah-lah kamu bertingkahlaku lembut terhadap mereka. Andai saja kamu berhati kasar, tentulah mereka menjauhimu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu”. (Q.S. Ali Imran, [3:159).

Hadirin Rahimakumullah

Islam menyuruh kita menyayangi semua manusia, tanpa membeda-bedakan mereka atas dasar apapun. Islam memandang bahwa menyayangi semua manusia adalah bukti kesempurnaan Imannya. Rasulullah saw bersabda : 

(لن تؤمنوا حتى ترحموا . قالوا يا رسول الله كلنا رحيم . قال : إنه ليس برحمة احدكم صاحبه ولكنها رحمة عامة. (رواه الطبرانى

“Kalian tidak beriman, sampai kamu menyayangi. Para sahabat mengatakan : “kami telah (saling) menyayangi (di antara kami)”. Nabi mengatakan : “Bukan hanya kasih sayang antara seorang dengan kawannya, melainkan kasih sayang terhadap terhadap semua orang”.
Rasulullah saw. juga bersabda :

من لا يرحم الناس لا يرحمه الله

“Siapa yang tidak menyayangi manusia, tidak akan disayang Allah”. (H.R. al-Thabarani)

Rasulullah dalam hadits itu menyebut kata “al-Nas”, yang berarti manusia. Jadi siapa saja yang disebut manusia. Bahkan di tempat lain bukan hanya kasih sayang terhadap manusia, melainkan juga terhadap makhluk Allah yang lain. Kasih sayang menyeluruh ini merupakan penjelasan dari firman Allah :

وما أرسلناك الا رحمة للعالمين 

“Aku diutus Allah hanya untuk membagi kasih sayang kepada alam semesta”. (Q.S. Al-Anbiya, 107).

Hadirin yang berbahagia

Kasih sayang hendaklah semakin kuat terhadap orang yang sakit, orang-orang yang kelaparan, fakir miskin, orang-orang yang sengsara dan yang tak berdaya lainnya. Sebuah hadits Qudsi menyatakan:

عن أبى هريرة رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الله عز وجل يقول يوم القيامة: يا ابن آدم مرضت فلم تعدنى. قال يا رب كيف أَعُودُكَ وأنت رب العالمين؟. قال: أما علمت أن عبدى فلانا مَرِضَ فلم تعده. أما علمت أنك لو عُدْتَه لوجدتنى عنده. يا ابن آدم استَطْعَمْتُك فلم تُطْعِمْنِى. قال يا رب كيف أُطعِمُك وأنت رب العالمين؟ قال : أما علمت أنه استطعمك عبدى فلا نٌ فلم تطعمه. أما علمت أنك لو أطعمتَه لوجدت ذلك عندى. يا ابن آدم استسقيتك فلم تَسْقِنى. قال يا رب كيف أَسقيك وأنت رب العالمين؟. قال استسقاك عبدى فلان فلم تسقه. أما علمت لو سقيته لوجدت ذلك عندى.(صحيح مسلم) 

Abû Hurairah berkata bahwa Nabi saw pernah bersabda: “Pada hari kiamat, Allah akan menanyakan kepada kalian: ‘Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi kamu tidak menjenguk-Ku”. Si hamba bertanya: “Bagaimana mungkin aku harus menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan bagi alam semesta?”. Allah menjawab: “Apakah kamu tidak tahu bahwa hamba-Ku si Fulan sedang sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya. Seandainya kamu menjenguknya pasti kamu temui Aku di sisinya”. Dia bertanya lagi: “Hai anak Adam, Aku lapar, tetapi kamu tidak beri Aku makan”. Hamba menjawab: “Wahai Tuhan, bagaimana mungkin aku memberi-Mu makan, padahal Engkau adalah Tuhan alam semesta?”. Dia mengatakan: “Apakah kamu tidak tahu bahwa hamba-Ku si Fulan minta makan kepadamu, tapi kamu tidak memberinya makan? Seandainya kamu beri dia makan, niscaya kamu dapati Aku berada di sisinya”. Allah bertanya lagi: “Hai anak Adam, Aku minta minum kepadamu, tapi kamu tidak beri Aku minum”. Hamba menjawab: “Bagaimana mungkin aku memberi-Mu minum, sedangkan Engkau Tuhan alam semesta?”. Allah mengatakan: “Hamba-Ku si Fulan meminta minum kepadamu tapi kamu tidak memberinya minum. Seandainya kamu memberinya minum, niscaya kamu akan mendapati Aku di sisinya”. (Hadits Qudsi).
Rasulullah saw biasa mengunjungi orang-orang miskin dan yang menderita, beramah tamah dan menghibur mereka. Beliau menjenguk yang sakit dan melayat yang wafat, menghadiri undangan dari seorang hamba sahaya hanya untuk menyantap sepotong roti kasar, berjalan bersama janda tua renta dan orang fakir serta memenuhi kebutuhan mereka.

Hadirin Rahimakumullah

Ajaran kasih sayang Islam juga ditunjukkan kepada para majikan terhadap pembantunya. Terhadap para pembantu atau pekerja, Islam memerintahkan agar majikan dan pemberi kerja memperlakukan mereka dengan baik dan tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apapun terhadap mereka. Siti Aisyah, isteri Nabi mengatakan : Rasulullah saw. Tidak pernah menyakiti pembantunya”. 
Di negeri ini, betapa masih sering kita mendengar majikan atau pemberi kerja mengambil kesempatan kelemahan para pekerja dan para pelayan untuk menyakiti mereka. Islam sangat menentang sikap dan tindakan seperti itu dan mengancamnya dengan siksaan Allah kelak pada hari kiamat. Rasulullah saw bersabda :

(من ضرب سوطا ظلما أُقتُص منه يوم القيامة . (رواه البزار

“Barangsiapa menyakiti seseorang dengan aniaya, maka pada hari kiamat kelak ia akan dibalasnya”.(HR. Al-Bazzar).

Kita dingatkan oleh Nabi bahwa mereka adalah orang-orang yang berjasa besar kepada kita. Mereka menjaga dan membersihkan rumah kita, memasak untuk kita, dan masih banyak pekerjaan yang mereka lakukan untuk kita. Bahkan merekalah yang membangun rumah kita. Ini adalah bentuk pertolongan mereka sekaligus rizki untuk kita. Nabi mengatakan : “Sesungguhnya kalian ditolong dan diberi rizki oleh orang-orang yang lemah di antara kalian”.

Hadirin Rahimakumullah

Demikian ajaran kasih sayang dalam Islam. Sebagai muslim yang baik, kita tentu dituntut untuk mengamalkan/mempraktikkan ajaran ini dalam kehidupan kita sehari-hari, di manapun kita berada, kapanpun dan dalam posisi kita apapun. Semoga Allah mengasihi kita. Amin.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم : بسم الله الرحمن الرحيم : والعصر ان الانسان لفى خسر. إلا الذين آمنوا وعملو الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر.

Khutbah Jum’at dibacakan di masjid LIPI, Jakarta pada 19-09-14