Puncak keberagamaan dalam Islam adalah Ihsan. Ia bagaikan buah dari sebuah pohon. Secara literal berarti berbuat baik dan menyampaikan kebaikan kepada manusia dan alam. Ini adalah makna eksoterisnya. Makna esoterisnya adalah keintiman bersama Tuhan.

Sayyed Hosen Nasr, intelektual muslim terkemuka dari Iran, dengan bagus sekali menyatakan bahwa “Ihsan adalah hidup dalam keintiman bersama Tuhan dan kondisi ketika aroma dan nuansa kasih sayang, cinta, kedamaian dan keindahan benar-benar dirasakan. Ihsan adalah menyelam dalam keindahan pada semua level manifestasinya, keindahan yang membebaskan kita dari batasan-batasan eksistensi keduniawian dan yang akhirnya akan menenggelamkan kita ke dalam Samudera Ketakterbatasan Tuhan”. (The heart of Islam, Mizan, hlm. 284).

Tuhan menyatakan:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri. (Q.S. al-Isra, 7).

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ۖ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan”.

Jkt, 30.08.17

How you feel for this post?
Share your vote!
0
0
0
0
0
0
0
0
0
BAGIKAN
Berita sebelumyaJamarat: Membuang Keangkuhan
Berita berikutnyaKeterbukaan
Husein Muhammad
Pendiri/Ketua Dewan Kebijakan di Fahmina Institute, Cirebon