Meski banyak orang mengkritik Imam Abu Hamid al-Ghazali, tetapi beliau tetap saja eksis sepanjang zaman.

Kitab al-Ihya telah dicetak beribu kali di seluruh dunia Islam sampai hari ini. Kitab ini masih terus dibaca dan dikaji dengan penuh minat dan gairah di pesantren-pesantren dan pusat-pusat pendidikan Islam.

Kritik, tuduhan dan kecaman sejumlah ahli hadits, sejumlah ahli fiqh dan beberapa filsuf terhadapnya, tak membuat berjuta pengagumnya surut untuk terus memujinya, mengagumi dan membelanya.

Mereka menyenandungkan puisi ini :

وإذا الحبيب اتى بذنب واحد
جاءت محاسنه بألف شفيع

Bila pun kekasih
datang dengan satu dosa
Tetapi ia membawa seribu keindahan

How you feel for this post?
Share your vote!
0
0
0
0
0
0
2
0
0