al hallaj

Saat aku melepas anak-anak ku kembali ke rumah masing-masing dan mencari dirinya sendiri, aku merasa kehilangan. Lalu aku menyenandungkan puisi al Hallaj, sufi martir ini:

و الله ما طلعت شمس و لا غربت
إلا وحبك مقرون بأنفاسي

Sungguh
Pada setiap matahari terbit dan tenggelam
Cintaku kepada-Mu menyertai tiap embusan nafasku

ولا جلست إلى قوم أحدثهم
إلا وأنت حديثي بين جلاسي

Pada setiap saat aku berbicara dengan orang lain
Sesungguhnya Engkaulah teman bicaraku

ولا ذكرتك محزونا ولا فرحا
إلا وأنت بقلبي بين وسواسي

Saat aku menyebut-Mu dalam suka dan dalam duka
Tak ada dalam relung hatiku kecuali Engkau.

ولا هممت بشرب الماء من عطش
إلا رأيت خيالا منك في الكاسِ

Saat aku haus
Tak ada yang aku lihat air dalam gelas itu
Kecuali bayangan Diri-Mu

26.06.18
HM